Disini tentangmu

Semoga ini bisa menjadi penanda, pengingat bagi mereka yg berniat unt mulai melangkah.

Kala itu entah apa yg membuat segalanya seakan nyata, ia merasa begitu istimewa, berharga dan dicinta.

Ia terlupa, definisi cinta Ia dapatkan dari bait-bait lagu yg bahkan tak dihafalkan olehnya. Template belaka.

Perjalanan lalu menghadirkan banyak kisah, yg ternyata tak pernah luput dari luka yg berkali-kali nyaris membuatnya ingin menyerah.

Namun Ia bertahan. Mengapa ? Apakah Ia lupa, pengkhianatan adalah dosa yg tak termaafkan ?

Apakah 13 thn msh belum cukup baginya tuk tersadarkan, bhw cinta tak pernah benar2 Ia dapatkan ?

Apa itu CINTA ? Apa itu commitment ? Apa itu sakralnya pernikahan ? Dan...apa definisi pengkhianatan ?

Dlm jalinan itu, SALAH jelas bukan milik salah satu. 

Berkaca, menilik segala, apa didirinya yg menjadi sebab berpalingnya RASA. 

Atau...memang tak pernah benar2 ada ? Semua itu hnylah tipu daya ? 

Sekali lagi Ia terluka. Entah akan sembuh kapan.

Kaca yg pecah tak kan pernah menjadi sempurna. Begitulah Ia dgn 13 thn tulus yg slalu disalah guna.

Hidup harus terus berjalan, harus punya tujuan. Entah akan bagaimana Ia kan menjalani sisanya kmdn.

Tertegun. Terdiam. Mencoba tuk membenahi sgala kekacauan. Berdialog dgn satu2nya teman. Dirinya saja. Berkaca. Tak tau kini hrs mulai (lagi) dr mana.

Dunianya hancur. Berkali-kali maaf yg Ia beri tak pernah benar-benar di-Amanah-i. Merasa tak berharga. Lebih dari sekedar luka dan kecewa.

Andai pinta unt AKHIR adl bukan dosa, kau tau...Ia kini hny ingin PERGI saja. Tak ada gunanya lagi disini, tentangmu...adl ttg palsu yg membunuh tulus. 

Kau tau...Ia adl yg tak mudah unt percaya. Berkali-kali kau sakitinya...Ia adl yg slalu mudah memberi maaf, melupakan, merelakan, mengikhlaskan.

Kau lagi dan lagi mengkhianati, itu adl bukti betapa Ia tak pernah menjadi yg terpenting. Tak penting bgmu unt menjaganya, unt menghormatinya, unt menghargai tulusnya. 

Kau memberi racun untnya, kau mjd sebab hilang warasnya, sakit fisiknya. Sementara itu...kau disana bercengkrama, mengumbar RASA pd banyak jiwa. 

Kau memberikan manis pd mereka yg diharamkan untmu. Kau memberi pahit pd Ia yg tlah dihalalkan bgmu. Kau mjd pengkhianat atas sumpah pd penciptaMu. Kau menyakiti para orangtua yg mempercayaimu. 

Masih pantaskah senyum dan tulus itu ? Masih sanggupkah Ia membangun percaya lg pdmu ? 

13 thn dan selalu ttg itu. Masih sanggupkah kau menatap wajahnya ? Masih ada beranimu unt memohon maaf pdnya ? Masih berhakkah kau atas maafnya ?

Mungkin tak perlu lagi. Biarkan tertunda dan menjadi urusan di akhirat nanti. 

Kau lupa, dia adl kunci surga. 


Comments

Popular posts from this blog

Untuknya

Apa itu PINTAR