Samar suara itu menuntunnya Sekali lagi...ia diberitahu tanpa mencari tau Entah untuk yang ke berapa kali Ia mencoba unt menahan amarahnya...lagi Untuknya adl segala Mematahkan sayap-pun tak mengapa Hingga berkali-kali tulus itu dikhianati Dia memilih diam dan berserah diri Untuknya adl segala Meski kini Ia tak miliki alasan unt bahagia
Semoga ini bisa menjadi penanda, pengingat bagi mereka yg berniat unt mulai melangkah. Kala itu entah apa yg membuat segalanya seakan nyata, ia merasa begitu istimewa, berharga dan dicinta. Ia terlupa, definisi cinta Ia dapatkan dari bait-bait lagu yg bahkan tak dihafalkan olehnya. Template belaka. Perjalanan lalu menghadirkan banyak kisah, yg ternyata tak pernah luput dari luka yg berkali-kali nyaris membuatnya ingin menyerah. Namun Ia bertahan. Mengapa ? Apakah Ia lupa, pengkhianatan adalah dosa yg tak termaafkan ? Apakah 13 thn msh belum cukup baginya tuk tersadarkan, bhw cinta tak pernah benar2 Ia dapatkan ? Apa itu CINTA ? Apa itu commitment ? Apa itu sakralnya pernikahan ? Dan...apa definisi pengkhianatan ? Dlm jalinan itu, SALAH jelas bukan milik salah satu. Berkaca, menilik segala, apa didirinya yg menjadi sebab berpalingnya RASA. Atau...memang tak pernah benar2 ada ? Semua itu hnylah tipu daya ? Sekali lagi Ia terluka. Entah akan sembuh kapan. Kaca yg pecah ta...
Pintar bercanda, dikala situasi tak mengizinkanmu bahkan unt sekedar tersenyum saja Pintar berdalih, dikala fakta tlah lantang berteriak, seolah tlah diambang muak Pintar menyembunyikan, meski hati hendak menyerah, balutan luka yg berdarah Apa itu PINTAR ? Apakah benar adl pintar manakala kau menang hny tuk sekedar memuaskan ego yg haus akan tepuk tangan ? Apakh benar adl pintar kala kau lalu diam dan menjadi penonton sbh pengkhianatan dgn dalih tlah memaafkan ? Apa itu PINTAR ?
Comments
Post a Comment